Apa yang akan kamu bayangkan kalau kamu berada disuatu situasi yang sulit??

tanpa makanan cepat saji tanpa peralatan yang cukup dan kamu hanya bisa bergantung pada alam sekitar dan tuhan saja?

Tentunya kamu akan merasa berat dan pastinya akan cepat putus asa bukan?

Namun tidak untuk beberapa orang yang mempunyai mental baja dan juga keberanian kelas dewa yang akan kamu temui di 5 FILM SURVIVAL YANG AKAN MERUBAH POLA PIKIR KAMU

EVEREST

Ratusan kali saya sudah menonton film ini,dan selalu tidak habis pikir dengan kejadian yang terjadi pada tahun 1996 di puncak terganas ini.

Kisah suram yang merenggut 8 nyawa pendaki ini benar-benar membawa duka yang mendalam. Salah seorang korban yang masih selamat, Jon Krakauer yang juga seorang penulis buku Into Thin Air sempat mengalami trauma pasca kejadian. Dia mengatakan, mendaki Everest adalah kesalahan terbesarnya.

“Climbing Mount Everest was the biggest mistake I’ve ever made in my life. I wish I’d never gone,” kata Jon Krakauer dalam wawancaranya dengan Huffingtonpost dalam artikel berjudul on Krakauer Says Climbing Mount Everest Was The ‘Biggest Mistake’ Of His Life”,  

Namun Pertentangan muncul juga dari anatoli boukreev kepada krakauer dalam bukunya  the climb yang juga mengisahkan tentang Perjalanan di everest.

Awal mula bencana Everest 1996  ini terjadi ketika empat kelompok pendaki berangkat ke puncak Gunung Everest pada waktu yang hampir bersamaan. Kelompok-kelompok tersebut adalah Adventure Consultants yang dipimpin oleh Rob Hall, Mountain Madness dipimpin oleh Scott Fischer, tim ekspedisi dari Perbatasan Indo-Tibet Police, dan satu lagi tim yang berasal dari Taiwan.

Hanya saja bagi yang menginginkan sebuah sajian thriller mencekan sudah harus siap- siap kecewa.

Pasalnya Baltasar Kormakur terlalu sibuk dengan sisi drama dan pengembangan karakter, sehingga adegan- adegan menegangkan yang “dijual” lewat trailer tidak disajikan dengan sangat efektif.

Seperti sekedar tempelan belaka. Penonton kurang mendapatkan feel menegangkan ketika para karakter harus berhadapan dengan badai salju, yang sebenarnya bisa menjadi puncak klimaks film ini.

Entah ingin menggambarkannya serealitis mungkin atau ingin mendekatkan diri dengan efek dokumenter, tempelan disaster atau man vs nature hanya sekedar tempelan dan jika dibandingkan dengan film, let’s say, Cliffhanger atau Vertical Limit sangat kalah jauh. Mungkin juga memang naskah yang ditulis oleh William Nicholson dan Simon Beaufoy ini hanya berfokus kepada elemen- elemen dramanya saja.

The Jungle

Pada awal 1980an, seorang petualang Israel bernama Yossi Ghinsberg (Daniel Radcliffe) melakukan perjalanan ke Bolivia setelah tiga tahun sebagai seorang tentara militer Israel untuk melakukan perjalanan ke jantung hutan hujan Amazon.

Di sana, dia bertemu Marcus Stamm, seorang guru sekolah Swiss, dan teman Marcus, Kevin Gale, seorang pejalan kaki Amerika dan fotografer avid. Sesampainya di La Paz, Yossi terlihat oleh seorang Austria misterius, Karl Ruchprecter, yang mengklaim adanya suku Indian yang hilang dan menyarankan untuk mencari di hutan untuk mereka.

Yossi percaya padanya, dan meyakinkan Marcus dan Kevin untuk bergabung dengannya mendaki di hutan.

Yossi, Marcus, Kevin dan Karl mendaki hutan selama beberapa hari. Saat kaki Marcus terluka, Yossi ingin dia meninggalkan pencarian. 

Karl dan Marcus memutuskan untuk meninggalkan perjalanan dan kembali ke La Paz, yang memakan waktu tiga hari. 

Yossi dan Kevin melanjutkan perjalanan mereka sampai rakit darurat mereka hancur oleh arus yang kuat, dan Yossi hanyut di tepi sungai, meninggalkan Kevin di belakang. Tanpa pisau atau jenis latihan bertahan apapun, ia harus berimprovisasi tempat berteduh dan hijauan untuk bertahan hidup. 

Ghinsberg mulai menyerah setelah kehilangan semua rasa arah, bertanya-tanya apakah ia akan bertahan di hutan. 

Sementara itu, Kevin ditemukan oleh orang-orang dari kota setempat yang membawanya ke Rurrenabaque yang berjarak 120 mil dari lokasi Yossi, Curiplaya. Sesampainya di sana, Kevin meminta bantuan pihak berwenang setempat untuk menemukan Yossi. 

Mereka gagal menemukan Yossi melalui flyover helikopter, tapi Kevin yakin Yossi masih hidup. Kevin mengikat bantuan sopir perahu lokal untuk mencarinya. Kevin akhirnya menemukan Yossi yang sekarang lemah dan membawanya ke Rurrenabaque. 

Epilog film tersebut mengatakan bahwa Karl dan Marcus tidak pernah terlihat lagi dan Karl dicari oleh pihak berwenang.

The Revenant 

20th Century Fox telah merilis film trailer baru tentang drama balas dendam berjudul The Revenant (2015) yang disutradarai oleh Alejandro González Iñárritu.

Film ini dibintangi Leonardo DiCaprio (Hugh Glass), memerankan sebagai sebagai pemasang perangkap binatang di tahun 1820an yang diserang oleh beruang dan ditinggalkan untuk mati oleh tim berburunya.

Film ini juga dibintangi oleh Tom Hardy (John Fitzgerald), Will Poulter (Jim Bridger), dan Domhnall Gleeson (Andrew Henry). 

Film The Revenant (2015) terinspirasi oleh peristiwa nyata The Revenant, merupakan pengalaman sinematik dan mendalam tentang petualangan epic pada seseorang yang bertahan hidup dengan kekuatan luar biasa dari jiwa seorang manusia.

Dalam sebuah ekspedisi dari padang gurun Amerika yang belum dipetakan, explorer legendaris Hugh Glass (Leonardo DiCaprio) yang brutal diserang oleh beruang dan ditinggalkan untuk mati oleh anggota tim berburunya sendiri.

Pada upayanya untuk bertahan hidup, HughGlass menahan kesedihan yang tak terbayangkan serta pengkhianatan dari orang kepercayaannya yaitu JohnFitzgerald (TomHardy).

Dengan dipandu oleh nafsu kehendaknya belaka dan juga kasih sayang keluarganya, Glass harus menavigasi musim dingin dari nafsu setan yang mengejar tanpa henti, dia berusaha untuk tetap bertahan hidup dan mencari jalan agar selamat dan bebas.

Source

All is Lost 

Delapan hari terlebih dulu, waktu ia terbangun dia lihat air mulai membanjiri perahunya. Perahu yang ia pakai bernama Virginia Jean dengan type Cal 39 yacht. Dia pergi ke dek serta lihat perahunya bertubrukan dengan jalur kapal container.

Dia turun ke bawah untuk memperoleh jangkar serta menautkannya. Kemudian air mengalir ke perahunya.

Untuk membenarkan itu, dia bergerak ke arah yang berlawanan dari yang sesungguhnya hingga perahunya miring.

Pria itu berusaha untuk menambal lubang di perahunya memakai langkah manual untuk buang air dari kabin.

Sesudah bersih serta kelelahan ia jadi temukan system navigasi serta komunikasi di perahunya rusak.

Dia coba melakukan perbaikan radio serta menghubungkan dengan baterai kapal namun gagal.

Waktu ia naik untuk melakukan perbaikan antena, dia lihat badai tropis yang datang. Dia selekasnya turun untuk bersiap hadapi itu.  
 
Badai datang cepat meraih posisi perahu serta dia lari sebelumnya angin datang. 

Dia coba membawa perahu boatnya ke posisi terangkat. Perahu boat jadi terbalik serta semuanya perlengkapan hancur.

Dia coba bertahan waktu perahu mulai terbenam. Pria itu tahu langkahnya menjalankan sextant jadi dia melakukan perbaikan perahu itu.

Dia temukan kalau posisinya dekat dengan jalur kapal besar serta satu hari atau dua hari lalu posisinya tertarik ke arah itu oleh arus laut. 
 
Sepanjang perjalanan dia bertahan lagi dari badai yang lain. 

Persediaan makanannya menyusut serta terlambat mengerti kalau air minumnya sudah terkontaminasi dengan air laut.

Dia coba memakai solar still serta kantung plastik untuk memperoleh air fresh.  
 
Walau ia memakai suar untuk memberi cahaya, namun kapal container yang melewatinya tak memandangnya. 

Dia lalu merubah posisi kapalnya dari jalur kapal jadi kembali pada laut bebas. Makanan serta minuman yang dipunyai tak dapat di buat untuk bertahan lebih lama lagi. Pada hari ke-8, dia menulis satu surat, memasukkannya kedalam satu botol serta melemparkannya ke air sebagai message in a bottle untuk siapa saja yang temukan. 
 
Lalu saat malam hari, ia lihat sinar dari jauh, peluang kapal yang lain. Dia coba membuat tanda api. Sesudah kehilangan kontrol, pria itu jatuh ke air.

Sesudah berupaya untuk berenang ia berhenti serta membiarkan dianya terbenam. Waktu ia terbenam dia lihat satu perahu mendekatinya. Dia berenang menuju sinar itu serta coba meraih tangan yang terulur padanya.

Source

Family Survival 

Survival Family menceritakan kehidupan sebuah keluarga sederhana yang tinggal di sebuah apartemen kecil di Tokyo, Jepang.

Seperti kebanyakan masyarakat modern yang sering kita jumpai, keluarga dari Yoshiyuki Suzuki (Fumiyo Kohinata) tidak bisa lepas dari perlatan-peralatan elektronik seperti smartphone,TV,Komputer dan peralatan elektronik lainnya.

karena peralatan-peralatan elektronik ini sangat dibutuhkan dalam keseharian Keluarga Yoshiyuki Suzuki.

Namun pada suatu hari Keluarga Yoshiyuki Suzuki dan seluruh warga Tokyo mengalami peristiwa yang aneh. Semua peralatan elektronik yang biasa dipakai dalam keseharian Keluarga Yoshiyuki Suzuki mati dan tidak bisa dipakai.

Mulai dari hal sederhana seperti jam, lampu, kulkas, smartphone, hingga hal-hal yang rumit, seperti kereta, mobil, gas, air, dan barang-barang lainnya yang membutuhkan tenaga listrik untuk berfungsi.

Hal ini menyebabkan Keluarga Yoshiyuki Suzuki dan seluruh warga Tokyo panik, karena peralatan yang biasanya mereka butuhkan untuk menjalankan kehidupan sehari-hari sudah tidak berfungsi lagi.

Karena hal ini terjadi, persediaan makanan dan minuman di Tokyo pun habis sehingga harga makanan dan minuman pun naik secara drastis.

Karena hal inilah seluruh warga Tokyo termasuk Keluarga Yosiyuki Suzuki terpaksa untuk mencari persediaan makanan dan minuman di luar daerah Tokyo.

Dari sinilah perjuangan Keluarga Yoshiyuki Suzuki dalam bertahan hidup di luar Tokyo diuji. Mampukah Keluarga Yoshiyuki Suzuki untuk bertahan hidup tanpa peralatan elektronik yang sudah mereka biasa pakai?

Dari 5 FILM SURVIVAL YANG AKAN MERUBAH POLA PIKIR KAMU ini mana kira-kira yang akan atau bahkan sudah menjadi Film favorit kamu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *